Cari Blog Ini

Minggu, 03 April 2011

Algorithm program to print a number that is divisible by 3 and 5 between 1 to 100

Algorithm program to print a number that is divisible by 3 and 5 between 1 to 100

1. program will display the statement "a simple program displays a number between 1-100 is divisible by 3 and 5" to the user.
2. after the program returns to call the function process.
3. function check process will be repeated from 100-100 numbers are depleted in the 3 and 5. If the 1-100 number is divisible by 3 and 5 the remainder is o, then the program will display the number and save it as a number. If not the program will ignore these numbers. Repeated until the number 100 in checks. And reverse the total value to the main function as the number of numbers which can be divided into 3 and 5.
4. function reverses the process of value to the function main.
5. program displays the output to the user.

HIS PROGRAM:

#include
#include
class bil{
public:
int proses();
private:
int total;
};
int bil::proses()
{
total=0;
for(int i=1;i<100;i++){ if(i%3==0 && i%5==0) { cout<

simulation program to purchase fuel

simulation program to purchase fuel
task group:
1. Ibnu Abdullah A (10018079)
2. Andri Kurniawan (10018054)
3. Bambang Priyanto (10018039)
4. Beti Wahyu Putro (10018064)

simulation buy fuel with specifications:
Input form:
money / how many liters that will be purchased
Type of fuel to be purchased
Indicators will continue (increasing 0.1liter) for the total price / number of liters of fuel purchased not exceed demand
Output states:
The number of liters purchased (if the input in the form of money)
Total money to be paid (if the input in the form liter)

#include
#include

using namespace std;

int main(int argc, char *argv[])
{

class spbu (){
friend ostream& opreator<<(ostream&,spbu&); friend istream& operator>>(istream&,spbu&);
public :
void banyak();
void pilihan();
void hitung_liter();
void hitung_harga();
private :
int harga;
int Biaya;
int a,b ;
float hasil ;
float premium ;
float solar ;
float pertamax ;
};
void banyak::liter(){
cout<<"Masukkan berapa liter yang dibutuhkan : "; cin>>x;
}
void banyak::pilihan(){
cout<<"pilih 1 untuk premium\n"<<<"pilih 2 untuk solar\n"<<<"pilih 3 untuk pertamax\n"<<<"Masukkan pilihan : "; cin>>y;
}
void banyak::hitung_liter(){
float i = 0.0;
while(i <= x){
i = i + 0.1;
cout<<
}
}
void banyak::hitung_harga(){
float hasil = 0.0;
float premium = 4500;
float solar = 6000;
float pertamax = 8000;
if(y == 1)
hasil = x * premium;
else if(y == 2)
hasil = x * solar;
else if(y == 3)
hasil = x * pertamax;
cout<<"harga : "<<
}
void main(){
spbu :
banyak.banyak();
banyak.harga();
banyak.hitung_liter();
banyak.hitung_harga();


system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}

java program to calculate the factorial

java program to calculate the factorial

Award as the value of factorial is the result of the multiplication of positive integers less than or equal to the value N. Writing is usually a factorial: n!

berikut programnya :

import jeliot.io.*;


public class faktorial
{
public static void main (String[ ] args)
{
long limit = 20; // menghitung faktorial integer daeri 1 – 20
long faktorial = 1; // pendefinisian variabel faktorial

for (int i = 0; i <= limit; i++)
{
faktorial = 1;

for (int faktor = 2; faktor <= i; faktor ++)
faktorial *= faktor;
System.out.println (i + "!" + " adalah " + faktorial);
}
}
}

Jumat, 01 April 2011

Array Dimensi Satu

Array Dimensi Satu
Bentuknya :
Tipe nama_var[ukuran];
Dengan :
Tipe : menyatakan jenis elemen array (int, char, unsigned, dan lain-lain)
Ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen array
Contoh :
Float nilai_ujian[5];

Pada turbo C++ array disimpan dalam memori secara berurutan. Elemen pertama berindeks nol digambarkan sebagai berikut :
Nilai_ujian[0]
Nilai_ujian[1]
Nilai_ujian[2]
Nilai_ujian[3]
Nilai_ujian[4]

Masing-masing berbentuk float dan berjumlah 5 elemen.
Selain itu, deklarasi array juga dapat berupa :
Static int bulan[12]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12}
Sesuai dengan deklarasi array diatas, maka isi variable array telah ditentukan yaitu :
Bulan[0] bernilai 1
Bulan[1] bernilai 2
Bulan[2] bernilai 3
Bulan[3] bernilai 4
Bulan[4] bernilai 5
Bulan[5] bernilai 6
Bulan[6] bernilai 7
Bulan[7] bernilai 8
Bulan[8] bernilai 9
Bulan[9] bernilai 10
Bulan[10] bernilai 11
Bulan[11] bernilai 12

Untuk memperjelas tentang array dimensi satu, perhatikan maslah berikut ini :

Misalkan Anda diminta membuat algoritma dan program untuk menampilkan bilangan dari 1 sampai bilangan 10, dengan pangkatnya masing-masing. Adapun batas nilai maksimal yang disimpan adalah 100.
Sesuai yang telah Anda pelajari , bahwa bilangan 1 pangkatnya adalah 1. Hasil ini diperoleh dari 1*1, kemudian bilangan 2 pangkatnya adalah 4, hasil ini diperoleh dari 2*2 sampai bilangan 10 yang pangkatnya adalah 100, hasil ini diperoleh dari 10*10.
Algoritma dari permasalahan diatas adalah berikut ini :
1. Tentukan elemen array untuk menampung nilai perkalian
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini , nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah 10, dan kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan perulangan sesuai langkah 2
4. Nilai awal indeks ditambah dengan 1
5. Lakukan perkalian masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi.
6. Tampilkan perkalian semua elemen array
7. Selesai .
Contoh program array dimensi satu
/*Program :array2.cpp*/
#include
int main()
{
int square[100];
int i; /*loop index*/;
int k; /*the integer*/

/*calculate the squares */
for (i=0; i<10; i++)
{
k= i+1;
square[i]=k*k;
printf(“nPangkat dari %d adalah %d “, k, square[i]);
}
return 0;
}

Bila program dijalankan akan muncul hasil :
Pangkat dari 1 adalah 1
Pangkat dari 2 adalah 4
Pangkat dari 3 adalah 9
Pangkat dari 4 adalah 16
Pangkat dari 5 adalah 25
Pangkat dari 6 adalah 36
Pangkat dari 7 adalah 49
Pangkat dari 8 adalah 64
Pangkat dari 9 adalah 81
Pangkat dari 10 adalah 100

Penjelasan :
Dari program diatas, Anda dapat melihat ada 10 buah elemen yang masing-masing nilainya akan dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Dimana dalam memori sudah dipesan tempat sebanyak 100.
Sedangkan apabila array akan dikirim ke sebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti dengan tanda apapun, seperti contoh berikut :
int c[5] = {-45, 0, 6, 72, 1543};


JUMLAH (c, 5)
—-

Dalam contoh diatas, yang memanggil fungsi JUMLAH dengan mengirimkan argument berupa variable array c dan sebuah konstanta 5. Perhatikan bahwa variable array ditulis hanya c tanpa notasi tambahan apapun. Deklarasi variable array yang menjadi parameter dari suatu fungsi dituliskan dengan nama variable array yang diikuti dengan tanda kurung [], tanpa menuliskan banyaknya lokasi memori yang diinginkan.

DEKLARASI ARRAY

Contoh Program array
/*Program :array1.cpp*/
#include
#define SIZE 12
main()
{
int a[SIZE]={1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};
int indeks, total =0;
for(indeks=0; indeks<=SIZE-1; indeks++)
total += a[indeks];
printf(“nTotal setiap elemen array adalah %d”,total);
return 0;
}

Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil :
Total setiap elemen array adalah 383

ini penjelasanya teman :
Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data, a[1] yang berisi data 3 di jumlahkan sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.

DEKLARASI POINTER

D E K L A R A S I P O I N T ER

Seperti halnya variabel yang lain, variabel pointer juga harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan.
Bentuk Umum : Tipe_data *nama_pointer;
Tipe data pointer mendefinisikan tipe dari obyek yang ditunjuk oleh pointer. Secara teknis, tipe apapun dari pointer dapat menunjukkan lokasi (dimanapun) dalam memori. Bahkan operasi pointer dapat dilaksanakan relatif terhadap tipe dasar apapun yang ditunjuk. Contoh, ketika kita
mendeklarasikan pointer dengan tipe int*, kompiler akan menganggap alamat yang ditunjuk menyimpan nilai integer - walaupun sebenarnya bukan (sebuah pointer int* selalu menganggap bahwa ia menunjuk ke sebuah obyek bertipe integer, tidak peduli isi sebenarnya). Karenanya,
sebelum mendeklarasikan sebuah pointer, pastikan tipenya sesuai dengan tipe obyek yang akan ditunjuk.
Contoh :
int *px;
char *sh;

Contoh Program :

#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
int x, y; /* x dan y bertipe int */
int *px; /* px pointer yang menunjuk objek */
clrscr();
x = 87;
px = &x; /* px berisi alamat dari x */
y = *px; /* y berisi nilai yang ditunjuk px */
printf(“Alamat x = %p\n”, &x);
printf(“Isi px = %p\n”, px);
printf(“Isi x = %i\n”, x);
printf(“Nilai yang ditunjuk oleh px = %i\n”, *px);
printf(“Nilai y = %i\n”, y);
getch();
}

operasi aritmatika

Operasi Aritmatika

Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan. Operasi penambahan dengan suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index selanjutnya) dalam memori. Begitu juga
operasi pengurangan.

Contoh Program :

#include "stdio.h"
#include "conio.h"
int main()
{
int nilai[3], *penunjuk;
clrscr();
nilai[0] = 125;
nilai[1] = 345;
nilai[2] = 750;
penunjuk = &nilai[0];
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *penunjuk, penunjuk);
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+1),
penunjuk+1);
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+2),
penunjuk+2);
getch();
}